Screenshot_681Banyak orang tua yang ingin anaknya mendapatkan nilai akademik yang bagus, mendapatkan rangking dikelas ataupun lulus dengan nilai yang baik, sehingga tak jarang para orang tua menekankan anaknya untuk terus belajar demi tercapainya ambisi tersebut. Tapi, orang tua harus tahu bahwa anak memiliki kecerdasan majemuk (ganda), tak hanya kecerdasan tunggal. Dimasa depan, akan ada calon-calon seniman yang nilai matematikanya tak begitu berarti. Pun juga dengan calon atlet, pastinya lebih mementingkan fisiknya daripada nilai bahasa inggrisnya. Di Indonesia sudah ada beberapa sekolah yang menggunakan sistem multiple intelligence untuk pembelajarannya. Salah satunya adalah Taman Kreativitas Anak Indonesia, yang mana sekolah ini sudah menerapkan sistem tersebut dan dipadu dengan kurikulum dari Dinas Pendidikan. Pemiliknya adalah seorang psikolog yang bernama Bunda Romi. Sistem kecerdasan majemuk sudah diterapkan sekolah ini pada tahun 2002, bertepatan dengan didirikannya sekolah tersebut. Sekolah ini cenderung melatih siswanya agar berpikir kreatif, inovatif, dan tidak mudah menyerah. Contohnya, para siswa diajak pergi ke kebun binatang dengan diberi uang cukup. Nantinya ketika di perjalanan, mereka akan menemukan berbagai macam kendaraan seperti sepeda motor, mobil, truk dan lain-lain. Saat di kebun binatang, mereka akan menemukan berbagai jenis binatang, seperti gajah, ular, jerapah, monyet dan lain sebagainya. Mereka mungkin juga akan berinteraksi sosial, berbincang dengan beberapa penjaga kebun binatang tersebut. Disamping itu, guru diharuskan untuk menyontohkan kepada para siswa, bagaimana cara berpikir yang kreatif dan berinteraksi dengan baik. Lalu, apa sih kecerdasan majemuk itu? Menurut H.Gardner dalam bukunya yang berjudul Intelligence Reframed : Multiple Intelligence, kecerdasan dibagi menjadi sembilan. Apa saja? pertama, kecerdasan dalam matematika seperti berhitung dan menyelesaikan persoalan. Lalu Kecerdasan linguistik, disini lebih pada cara berpikir dan menggunakan bahasa dengan baik. Ketiga ada kecerdasan spasial, yang mana individu ini punya pemikiran tiga dimensi. Keemudian ada kecerdasan naturalis, yaitu menyukai alam, tumbuh-tumbuhan, manusia maupun hewan. Kelima, kecerdasan kinestetik, anak dengan kecerdasan ini cenderung akan lebih aktif. Keenam, kecerdasan eksistensial, lebih pada asal usul manusia, berpotensi sebagai ilmuan. Kemudian ada juga kecerdasan musik. Lalu terakhir adalah kecerdasan Intrapersonal, yakni kecerdasan dalam mengatur arah dan tujuan hidup.

Disadur dari:

https://www.kompasiana.com/nisaananda2663/5d9628a50d8230453f5b1e72/kecerdasan-majemuk-anak

 

144 total views, 1 views today